Search
Generic filters
Exact matches only

Asal Usul Seni Tari Tradisional Berunsur Magis dari Ponorogo

0
6 months ago

Salah satu warisan leluhur yang masih berkembang pesat meskipun di era modern ini adalah kesenian. Ada banyak kesenian di Indonesia, salah satunya adalah Reog Ponorogo dari Jawa Timur. Reog Ponorogo adalah sebuah tarian tradisional yang digunakan sebagai sarana hiburan rakyat yang berasal dari kota Ponorogo. Namun, reog bukan hanya sebuah tarian biasa karena kesenian ini masih mengandung unsur magis dan para penarinya pun menggunakan perlengkapan yang menyeramkan seperti penari utama memakai topeng besar berbentuk kepala singa dengan hiasan bulu merak serta untuk para penari yang lain berkuda lumping, dan ada yang bertopeng merah.

Menurut catatan sejarah, pada abad ke-15 ada seorang abdi Kerajaan Majapahit bernama Ki Ageng Kutu yang memberontak karena merasa murka terhadap rajanya yang terkena pengaruh istri raja yang berasal dari Tiongkok dan murka terhadap pemerintahan yang korup. Ia pun kemudian pergi meninggalkan kerajaan dan mendirikan perguruan sambil mengajarkan seni bela diri kepada anak-anak muda. Ki Ageng Kutu mengharapkan seni bela diri yang dia ajarkan bisa menjadi bibit untuk melawan pasukan Kerajaan Majapahit. Namun, ia sadar dengan pasukan kecilnya itu tidak akan berhasil melawan pasukan kerajaan maka dia memberikan pesan politik yang merupakan sindiran terhadap Raja Majapahit di dalam seni bela dari yang diajarkan. Seni bela diri yang diajarkan pun mengalami perubahan menjadi pertunjukan kesenian reog.

Penari utama yang menggunakan topeng singa berukuran besar dengan hiasan bulu merak dikenal sebagai Singa Barong, topeng singa melambangkan sang raja, sedangkan hiasan bulu merak yang banyak hingga membentuk kipas melambangkan istri dan kerabat raja yang berasal dari Tiongkok. Penari lain yang berkuda lumping melambangkan pasukan Kerajaan Majapahit. Lalu penari yang memakai topeng merah yang dikenal sebagai warok. Dia melambangkan pihak Ki Ageng Kutu. Meskipun pada saat itu perguruan Ki Ageng Kutu diserang pihak kerajaan, tetapi para murid Ki Ageng Kutu masih melanjutkannya secara diam-diam dan bisa berkembang hingga sekarang.

Seiring dengan berkembangnya zaman pementasan Reog Ponorogo buka sebagai bentuk sindiran tetapi murni sebagai sebuah kesenian yang dipentaskan dalam beberapa acara, seperti pernikahan, khitanan, acara adat, dan hari-hari besar nasional lainnya. Adegan yang dipentaskan dalam kesenian Reog Ponorogo pun tergantung acaranya, misal jika berhubungan dengan pernikahan maka yang ditampilkan adalah adengan mengenai percintaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Members
  • Active
  • New
  • Online
  • Groups
  • Active
  • Newest
1.
avatar
Yustisia Susandi
149206 points
Dark mode