Search
Generic filters
Exact matches only

Dari Pembakaran Jenazah Hingga Penentuan Sifat Anak, Berikut Adalah Tradisi Unik Yang Ada di Pulau Dewata

0
6 months ago

Bali adalah salah satu wilayah di Indonesia yang paling banyak turis mancanegara. Meskipun demikian tradisi dan kebudayaannya tidak pernah lekang oleh kehadiran turis mancanegara tersebut. Hal itu justru yang menarik para turis untuk datang, selain karena keindahan alamnya. Berikut ada beberapa tradisi dan kebudayaan masyarakat Bali yang tak pernah lekang oleh zaman.

  • Ngaben, merupakan upacara pembakaran jenazah di Bali yang bertujuan untuk menyucikan arwah orang yang sudah meninggal. Kemudian abu jenazah tersebut akan dilarung di laut oleh pihak keluarga.
  • Melasti, upaya yang diadakan selama tiga hari menjelang nyepi ini bertujuan untuk menyucikan diri bagi masyarakat Hindu di Bali. Mereka akan mendatangi danau, mata air, atau laut yang dianggap sakral untuk mendapat percikan air suci dari pemangkunya.
  • Gebug ende seraya, upacara yang dilakukan oleh masyarakat Bali untuk meminta hujan kepada Sang Pencipta. Cara melakukannya adalah ada dua orang sebagai lakon yang akan saling memukul menggunakan rotan.
  • Saraswati, kegiatan dari upacara ini adalah mendoakan buku, kitab, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan. Ini dilakukan untuk memuja Dewi Saraswati yang dipercaya membawa ilmu pengetahuan di bumi.
  • Omed-omedan, upacara ini biasanya dilakukan setelah upacara Nyepi yang melibatkan dua pemuda yang belum menikah dan keduanya akan bertarung.
  • Pengerebongan, tradisi ini biasa dilaksanakan tiap Minggu Pon untuk menjaga hubungan harmonis dengan Sang Pencipta. Kegiatannya berupa sembahyang di pura yang diawali dengan tabuhan musik tradisional dan persembahan bunga.
  • Mepasah, karena mayoritas masyarakat Bali beragama Hindu, jadi apabila ada masyarakatnya yang meninggal dunia maka tidak akan menguburkannya. Selain ngaben, mepasah adalah tradisi lain yaitu menaruh jenazah di atas tanah (biasanya di sekitarnya terdapat pohon taru menyan) dan diberi pagar bambu.
  • Mekotek, tradisi ini dilakukan setelah hari Raya Kuningan di Desa Munggu. Tujuannya adalah untuk menetralkan aura negatif dan menolak bala serta menyatukan umat Hindu di sana.
  • Mepandes, upacara potong gigi ini wajib dilakukan oleh anak yang sudah menginjak usia dewasa.  Enam gigi bagian atas akan dikikis yang berarti menghilangkan enam sifat buruk yang ada pada diri manusia.
  • Ngurek, upacara ini mirip dengan debus yang bertujuan untuk memberitahu manusia bahwa setiap manusia wajib meyakini Tuhan sehingga akan diberikan anugerah dan juga pertolongan oleh Tuhan.
  • Tumpek landep, upacara ini bertujuan untuk menyucikan senjata dan peralatan yang dimiliki dengan sesaji dan doa-doa.
  • Otonan, upacara yang digunakan untuk menentukan watak seorang anak. Biasanya dilaksanakan ketika anak berusia 6 bulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Members
  • Active
  • New
  • Online
  • Groups
  • Active
  • Newest
1.
avatar
Yustisia Susandi
149206 points
Dark mode