Search
Generic filters
Exact matches only

Ingin Menikah dengan Orang Jawa? Begini Prosesi Pernikahan Adatnya

0
6 months ago

Pernikahan adalah upacara pengikatan janji nikah yang dimaksudkan untuk meresmikan ikatan perkawinan dua orang secara norma agama, norma, hukum, dan norma sosial. Upacara pernikahan pun memiliki berbagai variasi sesuai dengan tradisi suku bangsa, agama maupun budaya. Indonesia sendiri memiliki banyak suku bangsa, oleh karena itu ada banyak juga upacara pernikahan yang berbeda-beda sesuai dengan adat istiadat setiap masing-masing daerah di Indonesia. Contohnya adalah di Jawa Tengah yang mayoritas penduduknya adalah bersuku Jawa.. Suku Jawa mempunyai prosesi pernikahan adat yang unik dan penuh makna. Berikut adalah prosesi pernikahan adat Jawa beserta penjelasannya.

  • Pasang bleketepe dan tarub

Bleketepe atau dekorasi tenda dan tarub atau hiasan dari janur (daun kelapa yang masih muda) dipasang sebagai penanda bahwa keluarga tersebut sedang mengadakan acara hajatan atau mantu. Pemasangan bleketepe dan tarub ini merupakan suatu pengharapan agar calon pengantin memperoleh keturunan yang sehat, berbudi baik, berkecukupan, dan bahagia selalu. Selain bleketepe dan tarub, ada juga gagar mayang yang dibentuk dari akar, batang, daun, bunga, dan buah. Hal ini dipercaya akan dapat memberikan kebijaksanaan dan motivasi bagi kedua pengantin.

  • Siraman

Proses ini dilakukan oleh kedua orang tua dan dilanjutkan oleh kerabat terdekat biasanya yang dituakan, mereka akan menyiramkan air kepada calon mempelai. Hal ini bermakna sebagai penyucian diri atau membersihkan diri.

  • Dodol dawet

Setelah acara siraman, kedua orang tua calon mempelai akan berjualan dawet. Sang ibu akan berjualan dan sang ayah akan memayunginya. Tamu yang ingin membeli dawet ini harus membayar dengan uang kreweng (terbuat dari tanah liat). Proses ini mempunyai makna kebulatan kehendak orang tua untuk menikahkan dan melepaskan anaknya dan mengajarkan anaknya yang akan menikah untuk mencari nafkah dan saling membantu.

  • Midodareni

Proses midodareni ini biasanya dilakukan oleh calon mempelai wanita saja. Calon mempelai wanita diharuskan berdiam diri di kamarnya dari pukul 18.00-24.00 dan ditemani oleh sang ibu atau kerabat terdekat. Kemudian sang ayah akan datang untuk menanyakan kesiapan dan kemantapan hati sang putri yang akan menikah (tantingan).

  • Seserahan

Pada malam midodareni, calon mempelai pria akan membawa seserahan ke rumah calon mempelai wanita. Namun, mereka berdua tidak boleh bertemu. Seserahan yang dibawa berupa alat sholat (bagi muslim), perhiasaan, pakaian, alat mandi, make up, dan beberapa makanan tradisional.

Pada hari berikutnya merupakan hari acara inti dan puncak dari seluruh rangkaian yang dijalankan. Setelah melakukan ijab qabul (bagi muslim) atau pemberkatan (bagi nasrani) maka kedua mempelai akan melakukan serangkaian upacara adat yang lain seperti berikut.

  • Panggih: kedua¬† yang sudah menikah secara resmi bertemu sebagai sepasang suami dan istri.
  • Balang gantal: gantal (sirih) diikat dengan benang putih akan saling dilempar oleh kedua mempelai sebagai bukti tanda bakti.
  • Ngidak endog: Mempelai pria akan menginjak telur kemudian mempelai wanita akan membasuh kaki sang suami. Hal ini dimaksudkan agar mendapatkan keturuan dan sebagai tanda kasih sayang kedua mempelai.
  • Sindur: kedua mempelai akan dibalut dengan kain sindur (berwarna merah dan putih) dan diantar menuju pelaminan oleh ayah mempelai wanita. Hal ini dimaksudkan agar mereka memiliki keberanian dalam menjalani pernikahan.
  • Bobot timbang: setelah berada di pelaminan ayah pengantin wanita akan menimbang anak mantu dan anak sendiri, kemudian ibu pengantin akan menanyakan siapa yang paling berat dan sang ayah harus menjawab sama beratnya.
  • Kacar-kucur: pengantin pria akan mengucurkan uang logam dan beberapa kebutuhan pokok seperti beras dan biji-bijian kepada sang istri sebagai simbol tanggung jawabnya dalam memberikan nafkah.
  • Dulangan: kedua mempelai akan saling menyuapi satu sama lain.
  • Sungkeman: proses ini merupakan sebuah bukti penghormatan kepada orang tua dan para sesepuh. Biasanya mempelai akan meminta maaf dan izin untuk menjalani kehidupan yang baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Members
  • Active
  • New
  • Online
  • Groups
  • Active
  • Newest
1.
avatar
Yustisia Susandi
149206 points
Dark mode