Search
Generic filters
Exact matches only

Ini Dia Penjelasan “Ketindihan” Secara Medis

0
6 months ago

Pernah mendengar istilah “ketindihan” saat tidur? Ya, di Indonesia fenomena “ketindihan” saat tidur kerap kali dikaitkan dengan hal-hal mistis. Sebenarnya fenomena yang satu ini dapat dijelaskan secara medis dan tidak ada hubungannya dengan hal mistis. Dalam dunia medis hal seperti itu bisa disebut dengan “kelumpuhan” saat tidur. Saat itu indra-indra akan tetap bekerja namun tubuh seperti ditekan sehingga akan terasa kaku tidak bisa bergerak dan sulit untuk bernapas. Dalam dunia medis hal tersebut disebut sleep paralysis.

Sleep paralysis terjadi karena adanya gangguan pada tahapan tidur. Saat tidur tubuh akan melalui berbagai tahapan hingga masuk ke fase REM (Rapid Eye Movement). Saat berada di fase REM inilah kita akan bermimpi dan otot-otot tubuh tidak dapat digerakkan kecuali otot mata dan pernapasan. Hal ini terjadi agar saat bermimpi tubuh tidak bergerak dan berpotensi mencederai diri sendiri. Sleep paralysis akan terjadi pada fase ini ketika kesadaran sudah muncul saat fase REM belum selesai. Akibatnya otak belum siap mengirimkan sinyal ke tubuh untuk bangun sehingga kesadarannya pun masih tercampur antara mimpi dan nyata. Itulah mengapa orang yang mengalami sleep paralysis  seringkali berhalusinasi. Hal tersebut juga membuat tubuh menjadi kaku dan sulit bernapas.

Sleep paralysis juga dapat terjadi pada seseorang yang memiliki gangguan psikologis seperti cemas dan depresi. Posisi tidur yang tidak nyaman juga dapat membuat seseorang bisa mengalami sleep paralysis. pola tidur yang tidak teratur juga bisa menjadi pemicu terjadinya sleep paralysis.

Jika mengalami sleep paralysis, jangan panik dan ingatlah jika kelumpuhan ini bersifat sementara. Panik hanya akan membuat seseorang semakin tertekan. Tarik napas dalam-dalam dan keluarkan dengan paksa dan cobalah gerakkan ujung jari-jari untuk membantu memulihkan tubuh dari fase tidur yang belum sempurna. Jika anda mengalami sleep paralysis terus menerus segera konsultasikan ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Members
  • Active
  • New
  • Online
  • Groups
  • Active
  • Newest
1.
avatar
Yustisia Susandi
149206 points
Dark mode