Search
Generic filters
Exact matches only

Jenis Buta Warna yang Harus Kamu Ketahui

0
6 months ago

Ada beberapa orang yang mengidap buta warna. Lalu apakah pengidap buta warna tidak bisa membedakan warna-warna secara keseluruhan? Buta warna tidak sesederhana hitam dan putih saja tapi ada beberapa jenis buta warna diantaranya:

Buta warna hijau-merah (red-green color blindness). Jenis buta warna ini paling sering ditemukan. Hal tersebut disebabkan karena hilangnya atau terbatasnya fungsi dari sel kerucut merah atau hijau. Berikut beberapa jenis buta warna hijau-merah.

  • Protanomali, buta warna jenis ini membuat penderita melihat warna jingga, merah, dan kuning tampak lebih gelap menyerupai warna hijau.
  • Protanopia, buta warna jenis ini membuat penderita melihat warna merah tampak hitam, warna jingga dan hijau terlihat kuning, dan sulit membedakan warna ungu dan biru.
  • Deuteranomaly, buta warna jenis ini membuat penderita melihat warna hijau dan kuning menjadi kemerahan dan sulit membedakan warna ungu dan biru.
  • Deuteranopia, buta warna jenis ini membuat penderita melihat warna merah menjadi kuning kecoklatan dan warna hijau menjadi krem.

Buta warna biru-kuning (blue-yellow color blindness). Buta warna yang satu ini sebenarnya  lebih jarang terjadi dibandingkan buta warna hijau-merah. Hal ini terjadi karena fotopigmen biru tidak berfungsi atau hanya berfungsi sebagian. Berikut merupakan dua jenis buta warna biru-kuning.

  • Tritanomaly, buta warna jenis ini membuat penderita melihat warna biru tampak lebih hijau dan sulit membedakan warna kuning dan merah.
  • Tritanopia, buta warna jenis ini membuat penderita melihat warna biru lebih tampak hijau dan warna kuning tampak menjadi ungu atau abu-abu muda.

Buta warna total (monochromacy). Pada buta warna total, penderita sama sekali tidak dapat melihat warna dan ketajaman penglihatannya juga terpengaruh. Berikut merupakan dua jenis buta warna total.

  • Monokromasi kerucut, buta warna jenis ini terjadi karena adanya kegagalan dua dari tiga fotopigmen sel kerucut untuk bekerja sehingga membuat penderitanya kesulitan membedakan warna karena otak perlu membandingkan sinyal dari berbagai jenis kerucut untuk melihat warna.
  • Monokromasi batang, penderita tidak memiliki sel kerucut sama sekali dan hanya memiliki sel batang sehingga hanya dapat melihat warna hitam, putih, dan abu-abu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Members
  • Active
  • New
  • Online
  • Groups
  • Active
  • Newest
1.
avatar
Yustisia Susandi
149206 points
Dark mode