Search
Generic filters
Exact matches only

Kadal Raksasa dari NTT, Si Kanibal yang Berbisa Mematikan

0
8 months ago

Komodo adalah biawak besar dan merupakan spesies terbesar dari famili Varanidae serta menjadikannya sebagai kadal terbesar di dunia. Komodo memiliki panjang rata-rata 2 hingga 3 m dengan berat bisa mencapai 100 kg. Kadal raksasa ini hanya terdapat di Pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami, Nusa Tenggara Timur. Penduduk asli daerah tersebut biasa menyebutnya Ora. Sebutan ini berasal dari legenda yang dipercaya oleh masyarakat setempat.

Diceritakan dalam legenda tersebut ada seorang pria yang jatuh cinta dengan seorang gadis jelmaan naga (komodo). Ternyata sang gadis pun juga jatuh cinta pada sang pria hingga akhirnya mereka menikah dan dikaruniai sepasang anak kembar, seorang gadis naga (komodo) yang bernama Ora dan seorang laki-laki biasa bernama Gerong. Ora dan Gerong tinggal di beda tempat, Ora tinggal di hutan sedangkan Gerong tinggal bersama manusia pada umumnya. Hingga suatu hari, Gerong berburu di hutan dan bertemu seekor naga (komodo) lalu dia akan membunuhnya dengan tombaknya karena dianggap berbahaya. Namun tiba-tiba Putri Naga yang mana adalah ibunya muncul dan memberi tahu bahwa mereka adalah saudara kembar. Sejak saat itu penduduk sekitar pun memperlakukan komodo dengan baik dan membiarkannya berkeliaran bebas di hutan.

Namun, dibalik legenda dan mitos yang dipercaya oleh masyarakat, ada beberapa fakta unik mengenai kadal raksasa ini, yaitu sebagai berikut.

  • Komodo mempunyai bisa mematikan yang terletak di rawah bawah.
  • Komodo adalah hewan kanibal, sehingga dia bisa dengan mudah memangsa komodo lain bahkan anaknya sendiri ketika merasa lapar.
  • Bayi komodo bersembunyi dari induknya dengan cara memanjat pohon supaya tidak dimangsa.
  • Komodo yang masih muda biasanya berguling-guling di atas kotoran mereka atau kotoran komodo lain untuk menyamarkan bau mereka supaya tidak dimangsa oleh komodo dewasa.
  • Komodo betina tidak membutuhkan komodo jantan untuk berkembang biak karena komodo betina tetap bisa bertelur melalui proses partenogenesis.
  • Komodo memiliki kemampuan mendengar yang buruk dan memiliki penglihatan yang buruk di malam hari. Namun hal tersebut tidak mempengaruhi kemampuan berburu mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Members
  • Active
  • New
  • Online
  • Groups
  • Active
  • Newest
1.
avatar
Yustisia Susandi
149206 points
Dark mode