Search
Generic filters
Exact matches only

Lakukan 5 Hal Ini Saat Grogi Datang Menjelang Presentasi

0
6 months ago

Presentasi memang jadi suatu momok menakutkan, apalagi buat yang belum pernah melakukannya. Semua perhatian tertuju terarah padamu dan kamu mungkin takut buat salah bicara atau melakukan suatu tindakan yang memalukan. Akibatnya, kamu merasa grogi dan tidak percaya diri terhadap kemampuan yang kamu punya.

Segala persiapan telah kamu coba seperti menguasai materi hingga perbanyak latihan sebelum presentasi. Namun, belum juga bisa mennghilangkan grogi. Apalagi jika rasa grogi tersebut kian bertambah saat ingin memulai suatu pembicaraan, bisa-bisa fokus kamu menjadi hilang. Lalu, apa sih yang harus dilakukan?

Terima Kenyataan Bahwa Grogi Itu Ada

Grogi dalam presentasi adalah reaksi umum yang wajar dan bisa menghampiri siapa saja termasuk orang terkenal yang sudah biasa tampil di depan umum. Dengan demikian, kamu harus berdamai dengan rasa grogi itu sendiri.

Terima kennyataan bahwa grogi memang sedang bersamamu. Jangan disangkal, karena semakin kamu mengacuhkan grogi, bisa semakin buruk keadaan yang kamu buat.

Tenangkan Diri dengan Bernapas

Pada saat grogi, otak bekerja lebih keras sehingga membutuhkan banyak oksigen. Napas yang pendek dan tersengal-sengal akan membuat bicara jadi lebih cepat sehingga memungkinkan terjadi keseleo lidah (belibet) atau terdengar seperti bergumam, yang malah akan menggandakan rasa grogi kamu.

Sebisa mungkin sebelum memulai berbicara, kamu harus tenangkan diri terlebih dahulu dengan bernapas secara perlahan-lahan. Lakukan ini sebanyak lima sampai sepuluh kali sebelum bicara, lalu atur napas sehingga detak jantung normal hingga kamu mulai merasa nyaman.

Pakai Suara Bertenaga

Saat kamu merasa nyaman, dan mulai melakukan presentasi, sangat penting untuk memperhatikan volume suara yang dikeluarkan. Suara yang terlalu pelan bisa membuat audiens merasa bosan dan tidak memperhatikan kamu. Untuk itu, kamu perlu menyesuaikan dengan banyaknya audiens yang hadir. Lalu bicaralah dengan suara yang bertenaga agar semakin diperhatikan.

Selain itu, kamu bisa beri penekanan dan jeda pada setiap kalimat yang diucapkan, dan jangan lupa mengekspresikan emosi saat sedang berbicara.

Dengar dan Perhatikan Audiens

Ketika grogi, kamu ingin penampilan segera selesai, sehingga secara tidak sadar kamu bicara semakin cepat tanpa memperhatikan audiens. Hal inilah yang menyebabkan audiens merasa tidak diperhatikan dan malah sibuk sendiri dengan gadget masing-masing, atau melihat dengan pandangan kosong.

Tidak ada salahnya kalau kamu berhenti sejenak saat sedang bicara. Kamu bisa mulai berjalan dekati audiens dengan ajukan satu atau dua pertanyaan sederhana sambil sesekali menatap mata audiens, sehingga mereka merasa diperhatikan dan muncul kedekatan.

Jangan Kelamaan Mikir, Percaya Diri Aja!

Walaupun sebenarnya sedang grogi, tapi kamu bisa ‘memalsukan’ keadaan dengan tampil seakan percaya diri. Toh, Audiens juga tidak akan menyadarinya. Dengan melihat audiens yang tenang, pelan tapi pasti kamu juga akan merasa tenang, lalu kepercayaan diri yang sebenarnya akan muncul dengan sendirinya.

 

Kuncinya adalah jangan terlalu fokus pada rasa grogi yang menghampiri, upayakan kamu melakukan presentasi dengan tenang supaya bisa selesai dengan baik. Dan yang paling penting, berdoa terlebih dahulu. Ini akan membuat pikiran dan perasaan kamu jauh lebih tenang.

 

Daftar Pustaka

Dunar, H. (2015). My Public Speaking. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Members
  • Active
  • New
  • Online
  • Groups
  • Active
  • Newest
1.
avatar
Yustisia Susandi
149206 points
Dark mode