Search
Generic filters
Exact matches only

Mengenal “Burnout” Pada Milenial

0
8 months ago

Saat ini generasi milenial dianggap berbeda dari karakter generasi-generasi sebelumnya. Generasi ini dikenal sebagai generasi yang ambisius, fleksibel, penuh ide kreatif, multitasking, juga cepat tanggap. Karakter tersebut cenderung membuat mereka lebih sibuk dari pada generasi sebelumnya yang menyebabkan mereka rentan mengalami burnout.

Menurut pengertian yang dikeluarkan oleh World Health Organization atau WHO, burnout merupakan gangguan psikologi yang biasanya disebabkan oleh situasi di lapangan kerja yang tidak kondusif sehingga mengakibatkan rasa lelah berkepanjangan, sinis, pola pikir negatif juga membuat seseorang tidak dapat melakukan pekerjaannya secara optimal seperti sebelumnya. Secara sederhana dapat dikatakan burnout mirip dengan rasa penat tetapi ini berlangsung dalam jangka waktu lama. Penyebab lain dari burnout adalah karena seseorang terlalu bekerja keras untuk memenuhi ekspektasi diri sendiri untuk mencapai suatu tujuan pada usia tertentu. Selain itu milenial yang rentan terhadap burnout adalah mereka yang bekerja di bidang jasa dan mendapatkan tuntutan emosional dari pihak lain seperti pelanggan dan atasan mereka.

Ciri-ciri mereka yang mengalami burnout mirip dengan ciri-ciri penderita depresi atau gangguan kecemasan, seperti timbulnya perasaan negatif terhadap diri sendiri dan renggangnya hubungan interpersonal dengan rekan kerja. Ada pun faktor-faktor yang dapat menjadi pemicu burnout adalah:

Perselisihan dalam organisasi. Konflik dengan rekan kerja, kurangnya dukungan sosial, perasaan terisolasi serta perasaan bekerja secara sendiri dan tidak adanya kerja sama dalam suatu organisasi kerja dapat menjadi pemicu awal burnout.

Kurangnya kontrol diri. Dalam bekerja sudah menjadi keharusan untuk mengatur prioritas pekerjaan, pendekatan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan juga membuat keputusan agar pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik. Kurangnya kontrol diri dapat membuat seseorang merasa kewalahan dengan beban pekerjaan yang mereka miliki dan menyebabkan perasaan tertekan.

Beban kerja. Banyaknya tugas atau pekerjaan yang diberikan di waktu bersamaan dan diiringi dengan ekspekasi dari atasan tentu menghasilkan beban tersendiri. Jika hal ini terus berlangsung maka akan menimbulkan stress yang bukan tidak mungkin akan berakhir pada burnout.

Konflik Nilai. Setiap orang pasti memiliki nilai-nilai yang mereka anut dalam kehidupan. Terkadang, nilai-nilai pribadi bertentangan dengan nilai yang dianut oleh lingkungan pekerjaan. Pertentangan nilai seperti ini juga dapat menyebabkan burnout

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Members
  • Active
  • New
  • Online
  • Groups
  • Active
  • Newest
1.
avatar
Yustisia Susandi
149206 points
Dark mode