Search
Generic filters
Exact matches only

Mengenal Mix Martial Arts, Bela Diri yang Sedang Booming di Indonesia

0
6 months ago

Ada seni bela diri baru yang sedang populer lho di Indonesia. Seni bela diri ini sedang berkembang pesat di Indonesia sejak 3 tahun ke belakang. Seni bela diri itu adalah mix martial arts, atau dalam bahasa Indonesianya bisa disebut dengan seni bela diri campuran. Kalian mungkin mengenal nama-nama seperti Conor McGregor atau Khabib Nurmagomedov, mereka ini merupakan atlet MMA yang berkompetisi di Ultimate Fighting Championship, atau biasa disebut UFC.

Buat yang awam dengan olahraga ini, pasti akan bingung saat pertama kali menonton pertandingan ini, kok pertandingannya kaya orang yang lagi berantem ya? Mereka saling pukul, saling tendang, bahkan saling mengunci leher.

Nah jadi gini, buat yang belum tau MMA itu sendiri merupakan olahraga seni bela diri campuran yang menggabungkan semua teknik berbeda di pertarungan tradisional seperti pukulan, tendangan, kuncian, juga bantingan. Jadi, dalam olahraga MMA kalian bisa menggabungkan segala jenis bela diri seperti jiu jitsu, judo, tinju, dan lain sebagainya.

 

 

MMA sendiri awalnya sudah ada sejak jaman Yunani Kuno. Pada jaman itu, terdapat pertandingan dua orang yang saling bertarung yang disebut “pankration” (kekuatan penuh). Di dalam pankration terdapat dua aturan, yaitu tidak diperbolehkan untuk menggigit dan mencolok mata lawan.

Pankration merupakan pertandingan yang cukup populer pada zamannya. Hal ini dapat dilihat dari dilibatkannya ajang pertarungan tersebut dalam olimpiade tahun 648SM. Disamping itu, pengaplikasian pertarungan dari pankration terlihat cukup luas. Ada beberapa pakar yang menganggap bahwa sistem bertarung pankration dapat dipraktikan oleh tentara Yunani di medan perang.

Tradisi pertandingan pankration menyebar ke Asia dan Romawi kuno. Di Romawi kuno, pankration berevolusi menjadi pertandingan gladiator. Dalam pertandingan gladiator, peserta berusaha membunuh dan melukai lawan tandingnya dengan berbagai senjata. Tradisi gladiator berhenti ketika kekristenan berkembang di Romawi kuno. Oleh otoritas moral kristen pada zaman tersebut, gladiator dianggap sebagai pertandingan yang merusak moral dan merupakan perwujudan dari tradisi kaum pagan.

Sementara itu, di Asia, penyebaran pankration dipengaruhi oleh Alexander Agung yang mempunyai kebiasaan untuk merekrut atlet menjadi prajurit. Penyebaran tersebut terjadi ketika Alexander Agung pergi menaklukan India. Lebih jauh lagi, pankration berkembang di India, dan kemudian, oleh biksu pengembara disebarkan ke daratan Tiongkok. Oleh karena itu, pankration diperkirakan merupakan induk dari berbagai bela diri tradisional Asia seperti kung fu, judo, dan karate.

MMA sendiri sebenarnya lahir dari kompetisi UFC. Pada awal 2000an, para atlet UFC belum ada yang menggunakan seni bela diri MMA saat melakukan pertarung di ring UFC.

Pada awalnya beragam ahli bela diri bertarung dalam satu ring tanpa ada peraturan yang membatasi. Karate melawan gulat, sumo versus Thai Boxing, Tinju bertemu Jet kun Do, serta beragam lainnya.

Pada saat itu, masing-masing aliran beladiri begitu setia mempertahankan kultur dan ciri bertarungnya di atas ring. Hasilnya? Masing-masing terlihat punya kelemahan sendiri. Tinju yang perkasa menjatuhkan lawan dengan satu dua pukulan, tak berdaya melawan thai boxing yang bisa menyerang cepat ke arah kaki. Thai Boxing yang cepat ketika berdiri, jadi mudah dilumpuhkan ketika bertemu gulat dibawah matras. Kondisi ini kerap terjadi disetiap ada cabang beladiri yang masuk ke ring UFC.

Sampai suatu saat datang seorang atlet bela diri bernama Royce Graice dengan bermodalkan ilmu Brazilian Jiu-Jitsu, dia tampil berbeda. Meski serangan utamanya adalah dengan kuncian, ilmu beladirinya lebih fleksibel beradaptasi dengan beragam kondisi pertarungan UFC. Ia bebas memukul dan menendang ketika berdiri dan sama baiknya ketika ia mengunci lawannya dimatras. Hasilnya Royce Graice menang di UFC 1, UFC 2, UFC 4 dan draw di UFC 5.

Efektivitas dan dominasi Royce Graice ini akhirnya mendorong para petarung UFC yang berikutnya untuk belajar menggabungkan bebeberapa cabang ilmu beladiri. Dari sinilah kemudian berkembang olah raga baru yang lebih efisien untuk dipelajari dan dikenal dengan nama Mixed Martial Art atau biasa disebut dengan MMA.

Sejak saat itu, olahraga MMA menjadi berkembang pesat dan makin dikenal diseluruh dunia, begitu pun di Indonesia. Di Indonesia sendiri olahraga ini baru begitu populer 2-3 tahun ke belakang ini. Di Indonesia saat ini sudah banyak gym-gym MMA yang menyediakan sarana untuk siapa saja baik itu untuk mereka yang ingin menjadi petarung profesional maupun yang sekedar berminat untuk mempekajarinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Members
  • Active
  • New
  • Online
  • Groups
  • Active
  • Newest
1.
avatar
Yustisia Susandi
149206 points
Dark mode