Search
Generic filters
Exact matches only

Mengenang Sang Laba-Laba Hitam Asal Rusia, Lev Yashin

0
6 months ago

Kiper merupakan posisi yang penting yang ada dalam sebuah klub sepak bola. Seorang kiper mempunyai kewajiban untuk menghalau bola mengarah masuk ke dalam gawang yang dijaganya. Karena hal ini lah kiper mempunyai hak istimewa dibandingkan dengan pemain lain, yaitu kiper boleh menggunakan seluruh anggota tubuhnya baik itu kaki, tangan, kepala, atau pun anggota tubuh lainnya untuk dalam bermain sepak bola.

Seorang kiper dituntut untuk mempunyai reflek yang bagus untuk mencegah gawangnya kemasukan bola, maka tak jarang para kiper ini melakukan aksi-aksi penyelamatan akrobatik yang mengundang decak kagum para penonton. Kiper juga harus mempunyai skill komunkasi yang bagus sehingga dapat memimpin rekan-rekan setimnya untuk membangun pertahanan yang kokoh sehingga sulit ditembus tim lawan. Di jaman sepak bola modern sekarang juga kiper dituntut untuk bisa memulai penyerangan bersama dengan teman setimnya. Bahkan, tak jarang pula kiper ikut bisa mencetak gol.

Sepanjang sejarah berkembangnya sepak bola, akan selalu bermunculan kiper-kiper terbaik dunia pada eranya, seperti Gordon Banks, Dino Zoff, Oliver Khan, Gianluigi Buffon, Iker Casillas, Manuel Neur, atau kiper terbaik dunia saat ini, Alisson Becker. Tapi, jauh sebelum para kiper-kiper terbaik itu bermunculan ada seorang kiper terbaik sepanjang masa yang pernah lahir, yaitu Lev Yashin.

Yashin merupakan ikon sekaligus panutan kiper-kiper lain. Bahkan International Federation of Football History and Statistic atau bisa disingkat IFFHS memberikannya gelar sebagai penjaga gawang terbaik dunia abad 20. Hal itu sebagai penghormatan dan penghargaan atas apa yang sudah dilakukannya dilapangan selama ini.

Lev Yashin dikenal selalu memakai kaos serba hitam dari atas sampai bawah, sarung tangan sepatu bolanya pun berwarna hitam. Bahkan tak jarang pula kaos kaki yang dikenakannya juga berwarna hitam. Aksinya yang lincah, atraktif dan reflek bagusnya dalam menghalau bola masuk ke dalam gawangnya, dan juga pakaian yang serba hitam yang selalu dia kenakan, membuat Yashin memiliki beberapa julukan, diantaranya adalah Si Laba-Laba Hitam, Gurita Hitam, dan Panther. Namun, julukan pertamanya lah yang lebih dikenal oleh dunia.

Peran kiper saat Yashin dulu bermain sangat berbeda dengan peran kiper pada era sepak bola modern seperti sekarang ini. Pada jaman Yashin dulu bermain, tidak ada istilah sweeper kiper, atau kiper sebagai pusat awal mula serangan sebuah tim dimulai. Pada jaman Yashin, perannya hanyalah sebagai orang terakhir yang mencegah bola masuk ke dalam gawangnya. Kiper yang hebat pada eranya dulu adalah kiper yang sukses gawang sebagai penghenti tendangan ke arah gawang.

Peran kiper saat itu lah yang diubah Yashin. Yashin sering kali terlihat keluar dari gawang dan kotak wilayah pertahanannya sendiri untuk menghalau bola dan mencegah terjadinya bola masuk ke dalam gawangnya. Yashin juga dikenal akan kharisma dan kepemimpinannya dalam memimpin rekan-rekan setimnya untuk membangung pertahanan yang kokoh.

Yashin pula lah yang mengenalakan cara membuang bola dengan cara dipukul saat melakukan duel udara dengan pemain lawan. Pernah suatu ketika Yashin mengikuti pertandingan antara Inggris dan World XI dalam rangka perayaan ulang tahun FA pada 1953. Babak pertama pertandingan itu diakhiri dengan Yashin yang menghalau serangan dengan meninju bola hingga ke garis tengah lapangan!

Karena berbagai hal itu lah banyak yang mengatakan kalau Yashin lah yang merevolusi peran seorang kiper dan menjadi pelopor untuk kiper-kiper modern di jaman sekarang ini.

Sepanjang karir sepak bolanya, Yashin hanya bermain untuk satu klub sepak bola saja, yaitu Dynamo Moscow dari tahun 1950 sampai dengan tahun 1970. Selama membela klub tersebut Yashin telah menyumbang berbagai gelar, diantaranya adalah 5 kali juara Liga Uni Soviet (1954, 1955, 1957, 1959, 1963), dan 3 kali juara Piala Uni Soviet (1953, 1967, 1970).

Di ajang internasional Yashin ikut menyumbangkan gelar untuk negara tercintanya, Uni Soviet, yaitu sekali juara Euro dan juga berhasil meraih medali emas Olimpiade. Sementara di ajang Piala Dunia prestasi terbaiknya hanyalah mengantarkan Uni Sovie di posisi 4.

Atas prestasi-prestasi yang telah diraih  di dunia sepak bola dan performa apik yang selalu ditunjukkannya di atas lapangan, Yashin diganjar berbagai gelar individu. Di antaranya adalah European Goalkeeper of the Year, Order of Lenin, FIFA Order of Merit, FIFA Goalkeeper of The Century, Golden Player of Russia, IFFHS Legends, dan tentu saja gelar yang paling bergengsi Ballon d’Or. Yashin adalah satu-satunya kiper sampai saat ini yang berhasil meraih gelar Ballon d’Or.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Members
  • Active
  • New
  • Online
  • Groups
  • Active
  • Newest
1.
avatar
Yustisia Susandi
149206 points
Dark mode