Search
Generic filters
Exact matches only

Mengenang The Magic of Instanbul, Pertandingan Paling Dramatis dan Paling Seru Sepanjang Sejarah yang Pernah Terjadi di Dunia Sepak Bola

0
6 months ago

Sepak bola adalah olahraga paling populer yang memiliki penggemar dan penikmat paling banyak di seluruh dunia. Pada setiap pertandingan sepak bola akan menyuguhkan momen-momen yang menarik yang akan diingat sepanjang masa oleh setiap orang yang menontonnya. Tak jarang pula sebuah pertandingan sepak bola akan mempertontonkan momen-momen dramatis nan seru sepanjang 90 menit jalannya pertandingan.

Sejak pertama kali sebuah pertandingan sepak bola memainkan laga pertamanya hingga saat ini, sudah ada ratusan ribu pertandingan sepak bola yang pernah dimainkan sepanjang sejarah perkembangannya. Dari sekian ratusan ribu pertandingan tersebut, ada sebuah pertandingan yang bakal diingat oleh setiap orang-orang yang menyaksikannya.

Pertandingan tersebut terjadi pada tanggal 25 Mei pada tahun 2005 di Ataturk Olympic Stadium, Istanbul, Turki pada ajang final Liga Champion yang mempertemukan klub Liverpool melawan klub asal kota mode, AC Milan yang dihadiri oleh 70 ribu lebih penggemar dari kedua sebelasan.

Pada pertandingan tersebut, sebenarnya Liverpool kurang diunggulkan melawan AC Milan yang saat itu adalah berisikan pemain-pemain bintang macam Crespo, Shevchenko, Seedorf, Pirlo, Cafu, dan pemain bintang lainnya. Apalagi pada dua edisi Liga Champion sebelumnya AC Milan juga masuk final dan juara mengalahkan klub asal Italia lainnya, Juventus.

Hal tersebut terbukti saat AC Milan bahkan sudah unggul duluan di menit-menit awal pertandingan lewat gol tendangan volly Maldini di menit 1 hasil dari umpan tendangan bebas Andrea Pirlo dari wilayah sebelah kiri Liverpool.

Tanda-tanda Liverpool akan dibantai pun mulai terjadi. AC Milan kembali unggul lewat dua gol Crespo pada menit 39 dan 44. Setelah mendominasi penuh pertandingan, Milan pun menutup babak pertama dengan keunggulan 3-0 dan tampak pertandingan akan berjalan mudah oleh klub asal Italia tersebut. Para penggemar Liverpool yang datang memenuhi tribun stadion Ataturk Olympic tampak tersorot kamera banyak yang tertunduk lesu.

Hal tersebut terbukti saat AC Milan kembali mendominasi di babak ke 2. Akan tetapi dewa fortuna tampak lebih memilih Liverpool di pertandingan ini. Di luar dugaan dan prediksi orang-orang yang menyaksikannya, secara ajaib Liverpool bisa membalas kedudukan dan bahkan menyamakan skor hanya dalam 6 menit!

Keajaiban tersebut dimulai saat Gerrard lebih dulu membalas gol-gol Milan lewat sundulannya di menit 54 setelah menerima umpan lambung dari bek kiri Liverpoo, John Arne Riise dari wilayah sebelah kanan pertahanan Milan. Gol dari Gerrard tersebut layaknya pemantik api semangat para pemain Liverpool untuk menyamakan kedudukan.

Dua menit berselang paska gol Gerrard, tendangan jarak jauh terukur dari Vladimir Smicer masuk ke pojok kanan bawah gawang Milan yang dijaga oleh kiper legendaris Brasil, Dida. Skor berubah 3-2, Milan masih unggul namun pertandingan masih jauh dari kata usai.

4 menit setelah gol Smicer petaka terjadi buat Milan. Liverpool dihadiahi pinalti oleh wasit setelah Gennaro Gattuso melanggar Gerrard di kotak terlarang Milan. Xabi Alonso pun maju sebagai eksekutor Liverpool. Tendangannya penaltinya sempat ditepis oleh Dida tapi Alonso kembali menendang bola muntah hasil tepisan Dida tersebut dan masuk ke gawang Milan, skor pun sama 3-3 di akhir babak kedua.

Pertandingan pun dilanjutkan ke babak extra time. AC Milan terus mendominasi dan menggempur pertahanan Liverpool. Peluang demi peluang pun dihasilkan oleh pemain-pemain Milan lewat aksi-aksi Shevchenko dan Kaka namun semua peluang tersebut tak ada yang menghasilkan gol.

Peluang terbaik Milan datang pada menit ke 117 Serginho dari sisi kanan pertahanan memberikan umpan lambung terkur kepada Shevchenko. Shevchenko menyambut umpan tersebut dengan sundulan keras ke arah gawang Liverpool namun Dudek berhasil menepisnya. Namun, tepisan Dudek tersebut tidak sempurna dan bola muntahan kembali datang kepada Shevchenko dan Shevchenko pun kembali menendang bola muntah tersebut namun secara ajab Dudek berhasil menepis hasil tendangan Shevchenko hanya dari jarak 5,5 meter dari muka gawang!

Setelah peluang tersebut tampak tak ada peluang emas lagi yang dihasilkan oleh kedua klub kesebelasan. Pertandingan pun dilanjut ke babak adu penalti.

Di babak tos-tosan ini kedua kesebelasan mengirimkan algojo terbaiknya masing masing. Milan mendapat giliran pertama untuk menendang penalti yang akan dieksekusi oleh Serginho. Namun, tendangan Serginho malah melambung ke atas mistar gawang yang dijaga oleh Dudek.

Giliran Liverpool sekarang untuk menendang pinalti. Dietmar Hamann menjadi eksekutor pertama Liverpool dan dia sukses menjalankan tugasnya setelah hasil tendangan kerasnya dapat menaklukan kiper Milan, Dida. Skor 1-0 untuk Liverpool.

Kembali giliran Milan untuk menendang pinalti. Sang penendang Milan berikutnya adalah pemain yang dikenal memiliki kemampuan hebat dalam tendangan bola mati, yaitu Andrea Pirlo. Akan tetapi tendangan gelandang flamboyan yang mengarah ke sisi kanan bawah gawang Liverpool tersebut berhasil ditepis oleh Dudek. Dudek kembali menjadi pahlawan buat Liverpool.

Liverpool kembali mendapat giliran untuk menendang pinalti. Sang algojo kali ini adalah penyerang asal Perancis mereka, Djibril Cisse. Cisse berhasil menjalankan tugasnya dengan baik setelah tendangan terukurnya ke sebelah kiri gawang Milan mengecoh sang kiper Dida. Skor pun berubah menjadi 2-0 untuk Liverpool.

Lanjut ke penendang Milan berikutnya, Tomasson. Gelandang berkebangsaan Denmark tersebut berhasil menaklukan Dudek, kali ini Dudek harus harus belum bisa kembali menyelematkan Liverpool. Skor pun sekarang menjadi 1-2 buat Milan.

Eksekutor Liverpool selanjutnya adalah pemain yang memberikan assists gol Gerrard di babak ke 2, Joh Arne Riise. Namun tendangan bek kiri Liverpool tersebut berhasil ditepis oleh Dida. Skor masi tidak berubah 1-2, masih keunggulan untuk Liverpool.

Pada babak penalti ini Kaka sempat memberikan harapan untuk AC Milan setelah tendangan pinaltinya berhasil menaklukan Dudek, skor sama kuat 2-2 buat Milan dan Liverpool.

Liverpool kembali mendapatkan giliran penalti. Sang eksekutor adalah Smicer yang dikenal memiliki tendangan jarak jauh akurat. Mengambil ancang-ancang jauh, tendangan pinalti Smicer berhasil menaklukan Dida. Skor pun berubah menjadi 3-2 untuk keunggulan Liverpool.

AC Milan kembali mendapatkan giliran pinalti sekaligus penentuan, apabila tendangan tersebut masuk AC Milan masih punya kesempatan untuk mengalahkan Liverpool di giliran selanjutnya. Namun, apabila tendangan tersebut gagal, Liverpool keluar sebagai pemenangnya. Beban tersebut jatuh kepada Shevchenko.

Sebelum Shevchenko menendang, Dudek berusaha melakukan gerakan-gerakan di garis gawangnya untuk membuyarkan konsentrasi Shevchenko. Hal tersebut berhasil. Tendangan pinalti Shevchenko yang mengarah ke tengah berhasil ditepis oleh Dudek dengan tangan kirinya walaupun Dudek sempat terkecoh.

Hari itu benar-benar bukan harinya Shevchenko dan justru malah harinya buat Dudek. Kegemilangan Dudek hari itu pun membuat Liverpool keluar sebagai juaranya.

Liverpool pun mendapatkan trofi Liga Champion kelima sepanjang keikutsertaan mereka di Liga Champion. Peristiwa saat itu pun masih terus dikenang dan masih terus menjadi perbincangan hingga sekarang dan dikenal dengan peristiwa “The Magic of Istanbul”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Members
  • Active
  • New
  • Online
  • Groups
  • Active
  • Newest
1.
avatar
Yustisia Susandi
149206 points
Dark mode