Search
Generic filters
Exact matches only

Mengenang “Tragedi” Terplesetnya Steven Gerrard

0
5 months ago

Premier League musim 2013/2014 mungkin menjadi musim yang ingin dilupakan oleh sebagain besar fans dan pecinta klub Liverpool baik di Inggris dan di seluruh dunia. Bahkan musim tersebut adalah musim yang benar-benar ingin dilupakan oleh sang legenda Liverpool yang begitu amat dicintai oleh fansnya di seluruh dunia yang saat itu masih bermain, Steven Gerrard.

Di Premier League musim 2013/2014 tersebut Liverpool yang saat itu dilatih oleh Brendan Rodgers begitu menakutkan. Duet Sturridge-Suarez di musim tersebut menjadi mesin gol Liverpool dan sangat ditakuti lini pertahanan tim lawan. Liverpool di musim tersebut bahkan menjadi salah satu tim yang produktif setelah Manchester City dengan torehan 101 golnya di akhir kompetisi, dimana 51 gol dari 101 gol tersebut dicetak berdua oleh Sturridge dan Suarez. Rodgers sukses berhasil memoles Liverpool saat itu menjadi salah satu tim kandidat juara.

Saat itu, Liverpool berhasil bersaing dengan tim-tim besar macam Manchester City, Chelsea, dan Arsenal. Hal ini terbukti ketika Liverpool sampai pekan ke 35 menjadi pemuncak klasemen. Pada saat itu Liverpool juga menorehkan beberapa rekor klub, seperti rentetan kemenangan terpanjang sebanyak 11 pertandingan, rentetangan pertandingan tak terkalahkan terpanjang sebanyak 16 pertandingan, dan beberapa rekor lainnya. Secercah harapan dan keyakinan pun hadir buat Liverpool dan para fansnya untuk mengakhiri puasa juara gelar liga yang sudah berlangsung 24 tahun lamanya saat itu.

“Aku merasa berbeda tahun itu. Ada sebuah keyakinan, juga dari perilaku suporter kami, dan segala macam hal lain yang mengindikasikan itulah tahun kami,” ujar Gerrard seperti dilansir dari SportingLife.

Harapan dan keyakinan tersebut itu semakin kuat sampai datanglah tragedi besar di pekan ke 36 saat Liverpool di kandang sendiri menjamu klub yang saat itu ada di posisi 3 besar, Chelsea. Pertandingan tersebut boleh dibilang menjadi titik balik dari semuanya.

Pada pertandingan tersebut Liverpool dituntut untuk meraih poin. Apabila menang, peluang Liverpool untuk merengkuh gelar juara liga semakin terbuka besar. Jika Liverpool meraih hasil seri pun sebenarnya tak akan jadi masalah buat mereka. Namun, kesalahan fatal dari Gerrard membuyarkan rencana-rencana Liverpool tersebut.

Tragedi ini bermula menjelang babak pertama berakhir ketika saat itu dari sisi kiri pertahanan Liverpool, Mamadou Sakho melakukan sebuah operan sederhana kepada sang kapten, Gerrard. Namun, Gerrard yang saat itu menjadi pilar utama tak tergantika dijantung lini tengah Liverpool malah terpeleset saat mencoba menerima umpan tersebut. Bola liar yang terlepas dari Gerrard tersebut lalu direbut oleh penyerang Chelsea, Demba Ba. Walaupun Gerrard sempat mengejar, tapi langkah sudah tertinggal jauh dan Demba Ba pun berlari sendirian dan bikin gol dengan mudahnya ke gawang Liverpool. Kedudukan 0-1 untuk Chelsea.

Sebenarnya kesempatan Liverpool untuk menyamakan kedudukan dan membalikkan kedudukan masih terbuka lebar karena pertandingan masih jauh dari kata usai. Namun, tragedi tersebut bak memukul jatuh mental para pemain Liverpool. Alih-alih menyamakan atau membalikkan kedudukan, Liverpool justru malah kembali tertinggal lewat gol Willian.

 

Tragedi yang menima Gerrard dan Liverpool saat itu ternyata malah terus menghantui mereka. Di laga selanjutnya saat melawan Crystal Palace, dimana mereka dituntut untuk menang agar tidak memadamkan harapan mereka untuk juara justru malah mendapat hasil seri, padahal Liverpool saat itu sempat unggul 3-0! Di akhir laga Gerrard tertunduk lesu, Suarez pun tak kuasa menahan tangisnya.

Puncak klasemen yang awalnya milik Liverpool terpaksa harus mereka relakan ke rival terdekat mereka, Manchester City. Manchester City pun menjadi juara di akhir musim.

Apes betul ya nasibmu, Gerrard…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Members
  • Active
  • New
  • Online
  • Groups
  • Active
  • Newest
1.
avatar
Yustisia Susandi
149206 points
Dark mode