Search
Generic filters
Exact matches only

Ondel-ondel, Penjaga Anak Cucu Masyarakat Betawi

0
6 months ago

Nyok kite nonton ondel-ondel, (nyok!)

Nyok kite ngarak ondel-ondel, (nyok!)

Ondel-ondel ade anaknye, (woi!)

Anakanye ngigel ter-iteran, (oi!)

Itu adalah sepenggal lirik lagu Ondel-ondel dari mendiang Benyamin Sueb seorang seniman Betawi yang aktif pada tahun 1950-1995. Ondel-ondel berupa boneka besar yang memiliki tinggi 2,5 meter dengan garis tengah sekitar 80 cm merupakan sebuah seni pertunjukan masyarakat Betawi yang biasa ditampilkan dalam pesta adat masyarakat Betawi. Boneka besar ini terbuat anyaman bambu yang dibuat berongga di dalamnya agar orang bisa memikulnya dari dalam. Ada hal yang menjadi ciri khas dari ondel-ondel adalah bagian wajah berupa topeng dan memiliki warna putih untuk karakter perempuan serta merah untuk karakter laki-laki, sedangkan untuk bagian kepala adalah gagar mayang.

Namun pada mulanya ondel-ondel bukan sebuah seni pertunjukan masyarakat Betawi. Dahulu ondel-ondel digunakan para leluhur masyarakat Betawi untuk penolak bala (gangguan roh halus) yang gentayangan. Mereka mempercayai bahwa ondel-ondel adalah perubahan wujud dari nenek moyang mereka yang selalu menjaga anak cucunya dari gangguan roh halus yang ada. Namun seiring dengan perkembangan zaman, ondel-ondel telah beralih fungsi untuk menaikkan citra masyarakat Betawi sebagai ciri khas dari Betawi. Maka tidak heran apabila ada pesta adat, peresmian tempat maupun gedung baru, ondel-ondel selalu hadir untuk penyambutan tamu dan memeriahkan acara. Biasanya ondel-ondel itu diiringi dengan tanjidor atau orkes Betawi berupa 2 orang memainkan 2 buah gendang, 2 orang memainkan 2 buah kentongan, 1 orang memainkan rebana, 1 orang memainkan gong, 1 orang memainkan tekyan (biola Betawi), dan 1 orang melakukan atraksi pencak silat berupa Pencak Bunga Kembang. Dengan adanya ondel-ondel yang ikut andil dalam memeriahkan pesta adat atau peresmian ini diharapkan selain untuk menghibur para tamu, tetapi juga agar para tamu memiliki kesan yang kuat mengenai ondel-ondel dan Betawi.

Selain itu, ondel-ondel biasanya juga ditampilkan di jalanan. Hal ini sangat umum terjadi pada sebelum tahun 2010-an. Sebenarnya sekarang pun masih sering ditemui ditampilkan di jalanan tetapi lebih ke arah untuk mengamen daripada pementasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Members
  • Active
  • New
  • Online
  • Groups
  • Active
  • Newest
1.
avatar
Yustisia Susandi
149206 points
Dark mode