Search
Generic filters
Exact matches only

Pemain Asing yang Paling Sukses Berkarir Sepak Bola di Indonesia

0
6 months ago

Kompetisi sepak bola di Indonesia sudah ada sejak jaman kolonial Belanda dulu pada tahun 1914. Lalu, seiring berjalannya waktu dan semakin berkembangnya sepak bola Indonesia, dibentuklah induk organisasi yang mengatur persepakbolaan di Indonesia pada tahun 1930, oraganisasi tersebut diberi nama Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia, atau biasa disebut dengan PSSI. Saat itu, sudah ada kompetisi liga sepak bola yang sudah berjalan, yaitu Liga Perserikatan.

PSSI lalu membentuk kompetisi liga semi profesional pada tahun 1980 yang diberi nama Liga Sepak Bola Utama, atau biasa dikenal dengan era Galatama. Galatama dan liga Perserikatan berjalan beriringan sampai PSSI menggabungkan kedua kompetisi tersebut pada tahun 1994 dan membentuk liga profesional yang diberi nama Liga Indonesia.

Selain pemain asli asal Indonesia sendiri yang bermain di kompetisi Liga Indonesia, ada juga pemain-pemain asing yang bermain di klub-klub Indonesia. Sejak dimulainya era Liga Indonesia sejak tahun 1994, sudah banyak pemain-pemain asing yang malang melintang bermain diberbagai klub di Indonesia. Para pemain asing tersebut ada yang sukses dan karirnya panjang di Indonesia, ada juga yang sekedar numpang lewat, hanya bertahan semusim atau bahkan kurang.

Berikut ini adalah beberapa pemain asing yang sukses berkarir di Indonesia, check it out!

  1. Jacksen F. Tiago

Bisa dibilang Jacksen F. Tiago merupakan pemain asing paling sukses yang pernah berkarir di Indonesia. Jacksen memulai karirnya di Indonesia saat membela Petrokimia Putra pada musim 1994/1995 dan membawa tim tersebut ke posisi runner up di akhir musim. Semusim berselang Jacksen pindah ke PSM Makassar dan membawa tim tersebut ke juga runner up klasemen. Saat itu Jacksen menjadi penyerang paling haus gol di liga. Namanya selalu menghiasi daftar pemuncak topskor.

Semusim kemudian pemain yang berposisi sebagai striker ini pindah ke Persebaya Surabaya dan langsung membawa tim tersebut menjadi kampiun liga setelah dua kali gagal di dua musim sebelumnya. Jacksen juga diganjar gelar topskor di akhir musim. Jacksen lalu sempat bermain di luar negeri dan kembali membela Persebaya di musim 1999/2000 dan Petrokimia Putra di musim 2001/2002 dan lalu pensiun.

Setelah pensiun sebagai pemain Jacksen lalu memutuskan menjadi pelatih. Karirnya sebagai pelatih juga tak kalah mentereng. Jacksen berhasil juara liga sebanyak 4 kali, yaitu sekali saat tahun 2004 saat melatih tim lamanya Persebaya, dan 3 kali juara pada tahun 2008, 2010, dan tahun 2013 saat membesut tim Persipura Jayapura. Jacksen juga sempat melatih tim nasional Indonesia pada tahun 2013, walaupun begitu dia tidak berhasil menyumbangkan prestasi buat tim garuda.

  1. Zah Rahan Krangar

Zah Rahan juga merupakan pemain asing yang sukses berkarir di Indonesia. Zah Rahan dikenal sebagai playmaker yang cerdas selama berkari di Indonesia.

Zah Rahan mengawali karir di Indonesia saat membela Persekaba Badung pada tahun 2003. Setelah itu Zah Rahan sempat membela beberapa tim di Indonesia sebelum akhirnya pindah berkarir ke luar negeri dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2017. Zah Rahan lalu kembali ke Indonesia dengan membela klub Madura United. Saat ini Zah Rahan tercatat membela klub PSS Sleman.

Puncak karir Zah Rahan tentu saja saat membela Sriwijaya FC dan Persipura Jayapura. Saat pertama kali membela Sriwijaya pada tahun 2007, Zah Rahan langsung membawa klub asal kota Palembang tersebut juara liga. Zah Rahan bertahan disana sampai tahun 2010.

Pada tahun 2010 Zah Rahan lalu pindah ke Persipura. Bermain di klub asal Papua tersebut selama 4 tahun, Zah Rahan ikut berkontribusi menyumbangkan 2 gelar juara liga buat Persipura.

  1. Cristian Gonzales

Nama Cristian Gonzales akan selalu diingat buat para pencinta, penggemar, dan penikmat sepak bola tanah air. Pemain ini benar-benar striker paling berbahaya sepanjang sejarah sepak bola Indonesia.

Gonzales mengawali karir di Indonesia pada tahun 2003 saat membela PSM Makassar. Di akhir kompetisi Gonzales berhasil mencetak 27 gol dan membawa PSM ke posisi runner up klasemen. Catatan bagusnya saat membela PSM tersebut sempat tercoreng karena pernah memukul official Persita Tanggerang. Gonzales pun dihukum tidak boleh melakukan aktivitas sepak bola di Indonesia selama satu tahun.

Setelah masa hukumannya berakhir, Gonzales pun kembali dan membela Persik Kediri pada tahun 2005. Di tim ini lah publik Indonesia mengenal namanya. Di Persik Kediri Gonzales bermain selama 3 musim dan mencetak 157 gol hanya dari 106 penampilan saja! Saat itulah publik mulai menjulukinya dengan julukan “El Loco” yang artinya si gila. Gonzales benar-benar gila dalam hal mencetak gol. Di Persik Kediri Gonzales berhasil mengantarkan tim tersebut juara liga pada tahun 2006.

Selama berkarir di Indonesia Gonzales telah malang melintang di klub-klub Indonesia. Klub-klub besar seperti Persib Bandung, Arema Malang, PSS SLeman, Persisam Samarinda pernah memakai jasa pemain asal Uruguay tersebut. Saat membela tim-tim tersebut produktifitas gol Gonzales selalu stabil. Gonzales total sudah meraih gelar 4 kali topskor sepanjang karirnya di Indonesia.

Kehebatan Gonzales pun membuat dirinya dinaturalisasi oleh pemerintah Indonesia dan memulai debutnya sebagai pemain Indonesia di kompetisi AFF pada tahun 2010. Pada debut pertandingannya Gonzales ikut menyumbangkan 1 gol saat Indonesia membantai Malaysia dengan skor 5-1.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Members
  • Active
  • New
  • Online
  • Groups
  • Active
  • Newest
1.
avatar
Yustisia Susandi
149206 points
Dark mode