Search
Generic filters
Exact matches only

Pemain-Pemain Naturalisasi Indonesia yang Gagal Total

0
6 months ago

Dalam dunia sepak bola, naturalisasi kerap dilakukan setiap negara untuk mendapatkan pemain-pemain kuat yang diinginkan. Negara-negara macam Italia, Spanyol, Singapura, Filipina, dan negara-negara lainnya memiliki pemain naturalisasi pada tim nasional mereka. Negara kita Indonesia pun tak mau ketinggalan untuk melakukan proses naturalisasi kepada pemain-pemain yang dianggap layak.

Indonesia pertama kali melakukan proses naturalisasi pada tahun 2010 untuk ajang Piala AFF. Saat itu Indonesia menaturalisasi Cristian Gonzales dan Irfan Bachdim menjadi warga negara Indonesia. Kedua pemain tersebut pun menjadi tulang punggung tim nasional kita saat itu dan berhasil membawa Indonesia sampai ke final walaupun pada akhirnya harus takluk di tangan musuh bebuyutan, Malaysia.

Keberhasilan Cristian Gonzales dan Irfan Bachdim membuat tim nasional Indonesia menjadi lebih kuat membuat PSSI selaku induk sepak bola Indonesia ketagihan untuk kembali melakukan proses naturalisasi kepada pemain-pemain yang mereka anggap layak. Tercatat ada banyak pemain yang sudah dinaturalisasi oleh Indonesia namun pada akhirnya justru para pemain tersebut dianggap gagal total. Berikut ini adalah beberapa nama pemain Indonesia yang pernah dinaturalisasi namun pada akhirnya dianggap gagal, check it out!

  1. Jhonny van Beukering

Jhonny van Beukering adalah salah satu pemain yang dinaturalisasi oleh Indonesia namun pada akhirnya dianggap gagal. Beukering pada awalnya dinaturalisasi untuk dipersiapkan pada ajang kompetisi Piala AFF pada tahun 2012. Beukering pada akhirnya lolos seleksi skuad asuhan Nil Maizar untuk ajang Piala AFF tersebut.

Namun mantan pemain Feyenoord bertubuh tambun tersebut baru dimainkan Nil Maizar pada pertandingan ke 3 melawan rival abadi, Malaysia. Beukering pun saat itu hanya dimainkan beberapa menit saja oleh Nil Maizar.

Selepas kompetisi tersebut nama Beukering seakan menghilang dari persepakbolaan Indonesia. Setelah kabarnya lama tidak terdengar, Beukering dikabarkan kini menjadi seorang asisten pelatih tim kasta ke delapan liga Belanda, MASV.

  1. Ruben Wuarbanaran

Ruben Wuarbanaran lebih dulu dinaturalisasi sebelum Jhonny van Beukering. Wuarbanaran dinaturalisasi oleh Indonesia untuk ajang kompetisi SEA Games pada tahun 2011. Saat melakukan tes untuk masuk skuad tim nasional Indonesia banyak yang menganggap kalau Wuarbanaran akan menjadi pemain hebat karena Wuarbanaran yang cukup fleksibel untuk bermain diberbagai posisi. Namun, Wuarbanaran justru gagal lolos masuk ke tim nasional Indonesia.

Setelah itu Wuarbanaran mencoba peruntungannya berkarir di Indonesia dengan membela klub Pelita Jaya. Namun, di klub tersebut Wuarbanaran nasibnya kurang lebih sama. Wuarbanaran jarang bermain dan saat dimainkan pun Wuarbanaran jarang menunjukkan performa yang bagus. Dari Pelita Jaya, Wuarbanaran sempat juga bermain membela Barito Putra. Peruntungannya di klub tersebut pun tak lebih baik. Wuarbanaran dianggap tidak berkontribusi sama sekali dan kontraknya diputus oleh Barito Putra.

Dua tahun setelah itu Wuarbanaran sempat dikontrak oleh klub divisi terbawah Liga Jerman, SV Honnepel-Niedermormter. Di klub tersebut nasib pemain ini sama saja. Wuarbanaran bahkan hanya menjadi pemain pengganti selama berkarir disana. Wuarbanaran kini dikabarkan membela klub Germania Groesbeek di kasta bawah Liga Belanda.

  1. Tonnie Cusell Lilipaly

Tonnie Cusell juga merupakan salah satu pemain naturalisasi Indonesia yang dianggap gagal. Dia dinaturalisasi satu angkatan dengan Jhonny van Beukering yang dipersiapkan untuk Piala AFF 2012. Namanya pun menjadi salah satu yang masuk skuad untuk kompetisi antar negara Asia Tenggara tersebut. Nasib Cusell di kompetisi tersebut pun jauh “lebih baik” dari pada Beukering karena dia hampir selalu menjadi starter utama mengisi pos gelandang di skuad tim nasional Indonesia.

Selepas kompetisi tersebut Cusell nasibnya tidak lebih baik dari Beukering. Cusell sempat berkarir di klub Indonesia, Barito Putra. Namun kontraknya diputus oleh Barito karena performanya yang kurang memuaskan dan dianggap tidak berkontribusi sama sekali.

Cusell lalu memutuskan pulang ke negara kelahirannya, Belanda dan sempat membela beberapa klub amatir disana sebelum akhirnya pensiun pada tahun 2017.

Oiya, ada fakta menarik soal Tonnie Cusell Lilipaly. Dari nama belakangnya mungkin kalian sudah menyadari, yaps dia merupakan saudara sepupu dari Stefano Lilipaly. Berbeda bak langit dan bumi, Stefano Lilipaly justru memiliki karir yang lebih cemerlang. Layaknya Cussel, Stefano Lilipaly pun pemain yang dinaturalisasi oleh Indonesia. Pemain yang akrab dipanggil Fano tersebut sukses berkarir di Indonesia dengan membela salah satu klub besar, Bali United dan sampai saat ini masih memiliki status menjadi tulang punggung dari tim nasional Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Members
  • Active
  • New
  • Online
  • Groups
  • Active
  • Newest
1.
avatar
Yustisia Susandi
149206 points
Dark mode