Penghuni Asli Sungai Nil? – Kuda Nil

0 6 months ago

Banyak sekali yang bertanya – tanya apakah kuda nil merupakan hewan penghuni asli sungai nil ? Jawabannya adalah iya, benar. Hewan yang memiliki identitas (Kingdom Animalia, Filum Chordata, Kelas Mamalia, Ordo Artiodactyla, Famili Hippopotamidae, Genus Hippopotamus, Spesies H. amphibius) ini berasal dari Afrika sub-Sahara, tepatnya di sepanjang pesisir sungai nil. Hewan yang  memiliki nama ilmiah yakni Hippopotamus amphibius ini merupakan hewan darat terbesar ketiga setelah gajah dan badak putih.

Banyak yang mengira bahwa kuda nil adalah hewan herbivora (pemakan tumbuhan), namun pada kenyataannya hewan ini adalah salah satu hewan omnivora (pemakan segalanya). Hal itu dikarenakan seringkali hewan ini memakan ikan – ikan kecil atau hewan air tawar yang berada di sekitarnya. Kuda nil mampu menghabiskan makanan sebanyak 30 – 60 kg perhari. Pantas saja hewan ini memiliki bobot tubuh yang sangat fantastis yakni mencapai 1.500 – 1.800 kg untuk kuda nil jantan dan 1.300 – 1.500 kg untuk kuda nil betina. Tinggi hewan ini mampu mencapai 1,8-2,1 meter. Namun uniknya, Meskipun bertubuh besar dan berkaki pendek, kuda nil mampu berlari dengan cepat. Untuk jarak pendek, mereka mampu berlari secepat 35 km/jam, lebih cepat dari kecepatan lari manusia pada umumnya. Walaupun terkenal dengan sebutan hewan yang sangat diam dan pemalas, namun faktanya kuda nil memiliki watak agresif dan dianggap salah satu hewan paling berbahaya di Afrika. Tak heran apabila buaya muara asli Afrika yang begitu besar dan agresif pun takut akan keberadaan kuda nil. Fakta unik lainnya adalah, umur kuda nil bisa mencapai 40-50 tahun. Kuda Nil merupakan hewan Herbivora yang lebih suka di dalam air untuk mendinginkan badan mereka. kuda nil lebih sering menghabiskan waktu hidupnya di kubangan air yang berlumpur. Bahkan Meskipun mempunyai bobot yang sangat besar, kuda nil merupakan perenang yang hebat. Ketangguhan dari kuda nil dapat terlihat ketika mereka mampu menahan nafas di dalam air hingga waktu lebih dari lima menit. Tujuannya adalah untuk menjaga suhu tubuhnya agar tetap terjaga. Hewan ini pun melahirkan anaknya di dalam air. Sungguh unik bukan?

Namun kita pun perlu tahu bahwa ancaman terhadap kuda nil diantaranya hilangnya habitat, dan perburuan liar. Kuda nil diburu untuk diambil daging dan gigi taringnya. Harga taringnya sangatlah mahal, mampu mencapai ratusan juta rupiah bahkan  banyak yang menjadikan taring hewan ini sebagai bahan dasar obat obatan tradisional dan properti keindahan rumah. Untuk kulitnya sendiri, karena memiliki kulit yang sangat tebal dan kokoh, kerapkali kulit hewan ini dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan tas, dompet, sepatu, dan industri textile dan kulit lainnya. Maka dari hewan ini tergolong sebagai hewan yang dilindungi di seluruh dunia. Tugas kita adalah tetap menjaga ciptaan Tuhan yang satu ini, agar nantinya anak cucu kita bisa mengenal langsung keberadaan hewan ini dan tidak hanya melalui dongeng atau cerita saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *