Search
Generic filters
Exact matches only

Perkelahian Hingga Menimbulkan Korban Jiwa? Berikut Adalah Tradisi Suku Madura

0
5 months ago

Keanekaragaman suku dan budaya di Indonesia sudah tidak diragukan lagi. Meskipun generasi silih berganti namun hal tersebut tidak melunturkan kesukuan dan kebudayaan-kebudayaannya. Contohnya adalah Suku Madura di Jawa Timur. Suku tersebut mendiami empat kabupaten yang ada di Pulau Madura, Jawa Timur. Kabupaten tersebut adalah Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Konon menurut cerita di daerah Sumenep merupakan pusat Kerajaan Madura pada zaman dahulu. Oleh karena itu, bahasa Madura dengan dialek Sumenep dijadikan bahasa pemersatu Suku Madura. Selain bahasa Madura, ada beberapa kebudayaan dan tradisi warisan leluhur mereka dari Kerajaan Madura dulu yang hingga kini masih dilestarikan oleh masyarakat Suku Madura, yaitu sebagai berikut.

  • Karapan sapi, merupakan perlombaan pacuan sapi sebagai bentuk simbol prestise yang dapat mengangkat harkat dan martabat masyarakat Madura.
  • Petik laut, tradisi menghanyutkan sesaji ke laut sebagai ungkapan rasa syukur atas karunia yang diberikan oleh Tuhan dan dapat dipercaya dapat memberi keselamatan serta kelancaran rezeki.
  • Ritual ojung, sejenis permainan yang melibatkan dua orang untuk beradu fisik dengan media rotan dan biasanya diselenggarakan untuk memohon hujan.
  • Bhubu’an, tradisi ini dilakukan pada saat ada hajatan seperti pernikahan, yaitu memberikan kado berupa bahan pangan, sembako, dan bisa berupa uang.
  • Carok, tradisi pertarungan atau perkelahian antara dua orang di keluarga besar dan hal ini terjadi biasanya karena mempertahankan harga diri masing-masing. Tradisi ini terkadang menimbulkan korban jiwa karena menggunakan senjata tradisional, yaitu clurit.
  • Mondok, mayoritas Suku Madura adalah para penganut Islam yang cukup kuat. Di Madura sendiri terdapat 200 an lebih pondok pesantren Islam. Hal ini karena para orang tua lebih senang menyekolahkan anak-anaknya di pondok pesantren, jadi karena itulah mondok menjadi tradisi di Madura.
  • Nadar, sebuah upacara adat yang biasanya diadakan setiap tiga kali dalam setahun. Secara umum, nadar merupakan upacara menabur bunga dan membaca doa di makam para leluhur namun dipimpin oleh pemuka adat.

Kebudayaan dan tradisi tersebut mencerminkan filosofis kehidupan para leluhur mereka zaman dahulu. Oleh karena itu, memang sudah sepantasnya untuk dilestarikan sehingga tidak akan lekang oleh generasi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Members
  • Active
  • New
  • Online
  • Groups
  • Active
  • Newest
1.
avatar
Yustisia Susandi
149206 points
Dark mode