Search
Generic filters
Exact matches only

Pulau Penyengat, dari Kubu Pertahanan Perang Hingga Mas Kawin yang Banyak Meninggalkan Jejak Sejarah

0
6 months ago

Pulau Penyengat merupakan salah satu warisan budaya UNESCO yang terletak di Kepulauan Riau, Indonesia. Pulau ini dapat ditempuh sekitar 10-15 menit dari Tanjung Pinang menggunakan kapal kecil atau pompong dengan biaya 7 ribu rupiah per orangnya. Pulau mungil yang hanya memiliki luas 2 km2 ini ternyata memiliki peran yang luar biasa untuk mempersatukan bangsa Indonesia pada zaman itu. Di pulau ini Gurindam Dua Belas yang merupakan sebuah karya sastra Melayu yang menjadi tonggak perkembangan Bahasa Indonesia ditulis. Lalu mengapa namanya Pulau Penyengat? Pada zaman dahulu Pulau Penyengat dikenal dengan nama Pulau Air Tawar. Hal ini disebabkan karena banyak pelaut dan pedagang yang singgah ke pulau ini untuk memperoleh sumber air tawar yang bersih. Hingga pada suatu ketika ada seorang pelaut yang melanggar pantangan dan larangan ketika mengambil air di pulau ini membuat pelaut tersebut diserang oleh serangga berbisa yang biasa disebut binatang penyengat di pulau itu. Sejak saat itu, Pulau Air Tawar disebut dengan Pulau Penyengat, sedangkan para koloni Belanda menyebutnya dengan Pulau Mars.

Meskipun memiliki luas wilayah yang bisa dibilang cukup sempit namun ternyata pulau ini memiliki beberapa keistimewaan pada masa itu hingga sekarang, yaitu sebagai berikut.

  • Kubu pertahanan perang saudara di Johor

Pada tahun 1719 terjadi perang saudara yang memperebutkan Kesultanan Johor yang dilakukan oleh Raja Kecil keturunan Sultan Mahmud Syah melawan Tengku Sulaiman keturunan Sultan Abdul Jalil Riayatsyah. Pulau Penyengat dijadikan kubu pertahanan oleh Pangeran Kecil, namun peperangan ini dimenangkan oleh Tengku Sulaiman. Sehingga Raja Kecil harus menyingkir ke Siak dan beliau pun mendirikan Kesultanan Siak.

  • Pusat pemerintahan Kerajaan Riau

Pada tahun 1803 pulau ini dibangun sebagai pusat pertahanan, namun kemudian pulau ini menjadi negeri dan memiliki kedudukan Yang Dipertuan Muda Kerajaan Riau-Lingga. Lalu pada tahun 1900 Sultan Riau-Lingga pindah ke Pulau Penyengat dan berganti nama menjadi Pulau Penyengat Inderaksakti sekaligus membuat pulau ini menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Riau.

  • Pulau Mas Kawin

Pada tahu 1803, Pulau Penyengat dijadikan mas kawin Sultan Mahmud Syah Kesultanan Riau III untuk Engku Puteri Raja Hamidah. Hingga sampai akhir ayat pada tahun 1844, beliau pun bermukim di pulau ini.

  • Banyak bangunan sejarah

Hingga sampai saat ini banyak bangunan bersejarah yang menjadi peninggalan raja dan sultan di masa lampau. Bangunan bersejarah di Pulau Penyengat di antaranya adalah Masjid Raya Sultan Riau, Mushaf Al-Qur’an, kantor istana,  dan balai adat Melayu, serta sebuah Monumen Bahasa Melayu yang merupakan wujud penghormatan dan penghargaan pemerintah terhadap jasa-jasa Raja Ali Haji sebagai pahlawan nasional di bidang bahasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Members
  • Active
  • New
  • Online
  • Groups
  • Active
  • Newest
1.
avatar
Yustisia Susandi
149206 points
Dark mode