Search
Generic filters
Exact matches only

Rahasia Pemain Sepak Bola Jepang Masih Bisa Bermain Baik Sampai Umur 40an!

0
7 months ago

Umur produktif seorang pemain sepak bola profesional biasanya hinggga umur 30 sampai menjelang 40 tahunan. Contohnya seperti Steven Gerrard dan Carles Puyol yang pensiun di umur 36 tahun, Philipp Lahm yang pensiun di umur 34 tahun, dan masih banyak pemain lainnya. Hanya ada segelintir pemain yang bertahan sampai umur 40 tahunan seperti Francesco Totti dan Paulo Maldini yang pensiun di umur 41 tahun.

Para pesepakbola yang masih aktif berkiprah di usia 30 tahunan biasanya sudah mengalami penurunan performa dan secara permainan sudah tidak sama saat di usia muda mereka dulu. Dari segi fisik, teknik, maupun mental sudah tidak sebaik sebelumnya.

Hanya beberapa pemain yang hingga usia 30an performanya masih terjaga dengan baik dan konsisten karena pola hidupnya yang baik seperti Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, dan bahkan Gianluigi Buffon yang performanya masih terjaga di usianya yang bahkan sudah 42 tahun. Walaupun ketiga pemain tersebut sudah tua, kita masih bisa melihat konsistensi permainan diantara ketiga pemain bintang tersebut.

Ketika banyak pemain Eropa yang sudah akan memutuskan pensiun di usia menjelang 40 tahun, maka hal itu berbeda dengan apa yang terjadi di negeri samurai, Jepang. Para pesepakbola di negeri sakura tersebut masih bisa bermain baik meski usia mereka sudah menjelang atau bahkan diatas 40 tahun.

Salah satu pemain Jepang yang cukup menyita perhatian adalah Kazuyoshi Miura. Pemain berjuluk King Kazu ini viral beberapa bulan lalu di media sosial. Hal ini dikarenakan pada 11 Januari 2019 lalu, di usianya yang menginjak 52 tahun Yokohama FC resmi memperpanjang kontrak Kazu. Perpenjangan kontrak tersebut membuat Kazu akan tetap bermain secara profesional bersama Yokohama FC J2, liga divisi 2 di Jepang. King Kazu akan menjadi pesepakbola aktif yang menjalani musim ke 34 sekaligus menjadi pemain tertua di Jepang bahkan dunia.

Pemain Jepang yang masuk katagori pemain tua lainnya adalah Shunsuke Nakamura. Mantan pemain bintang raksasa Skotlandia, Glasgow Celtic ini memutuskan untuk bergabung dengan Yokohama FC pada Mei 2019 lalu. Saat ini Nakamura masih aktif bermain di usia 42 tahun. Diumurnya yang sudah kepala 4 ini Nakamura bukannya pensiun, dia justru malah bergabung dengan Yokohama FC setelah sebelumnya bermain di Jubilo Iwata yang berlaga di J-League, divisi teratas liga sepakbola Jepang.


Pemain lainnya yang masih aktif bermain dan belum memutuskan untuk pensiun adalah Shinji Ono 39 tahun dan Yasuhita Endo yang juga berusia 39 tahun. Kedua pemain tersebut masih terikat kontrak dengan klub liga Jepang. Sebelumnya ada legenda kiper tim nasional Jepang Yoshikatsu Kawaguchi yang gantung sarung tangan di usia 43 tahun.

Para pemain Jepang tersebut masih bermain baik dan konsisten hinggan berusia 40 tahun keatas. Kira-kira apa ya rahasia kekuatan mereka?

Banyak pemain Jepang masih aktif bermain dan masih konsisten di usia 30 tahun keatas karena orang Jepang dikenal memiliki harapan hidup terpanjang di dunia. Jepang memiliki persentasi angka harapan hidup rata-rata 84,2 tahun. 2 tahun silam terungkap fakta bahwa di Jepang ada sekitar 2 juta orang yang telah berusia 90 tahun untuk pertama kalinya. Hal ini dikarenakan mereka memilki pola makan sehat sejak kecil. Jepang memiliki harapan hidup tertua di dunia dan diet rendah kolestrol.  Orang-orang Jepang sering memakan makanan yang terdiri dari ikan, sayuran, dan makan fermentasi. Hal ini disebut-sebut secara luas sebagai alasan utama mengapa pemain Jepang masih kuat bermain hingga usia 40 tahun.

Sejak usia dini, anak-anak di Jepang selalu disarankan untuk melakukan aktivitas fisik tingkat sedang hingga kuat selama 60 menit tiap hari. Hal ini yang membuat masyarakat Jepang terbiasa dan lebih peduli terhadap kesehatan dirinya.

Alesan selanjutnya mengapa pemain Jepang bertahan lebih lama adalah karena struktur gaji yang serasi dengan dunia kerja yang biasa dibandingkan dengan klub olahraganya. Di Jepang, semakin tua pesepakbolanya bukannya semakin sedikit gajinya, justru malah semakin naik meski pemain tersebut tidak berkontribusi banyak. Contohnya di tahun lalu pemain Gamba Osaka Yashito Endo yang di usia 39 tahun memiliki gaji tertinggi di klub tersebut dengan bayaran 150 juta yen atau sekitar Rp 19,5 Milliar per tahun, meskipun Endo hanya pemain pelapis. Selain Endo, sewaktu Nakamura masih bermain di J-League bersama Jubilo Iwata, Nakamura menjadi pemain dengan gaji tertinggi di klub tersebut dengan bayaran sebesar 80 juta yen atau sekitar Rp 11 Milliar per tahun.

Masih banyak pemain Jepang lainnya seperti Kengo Nakamura 38 tahun, adalah pemain terbaik Kawasaki Frontale. Terus ada Yuji Nakaza, 40 tahun, adalah pemain terbaik di Yokohama F. Marinos. Sementara Oga Sawara, 38 tahun, terus menjadi pemain vital di Kashima Antlers.

Hal inilah yang menjadi dorongan pemain sepakbola Jepang untuk tenang dan tidak berpikir untuk pensiun. Mereka nggak perlu takut untuk main di divisi bawah, karena sebagai gantinya mereka akan mendapatkan beban kerja yang berkurang, namun gaji yang naik.

Jadi, jika kalian ingin menjadi pesepakbola profesional yang performanya masih baik dan terus konsisten, contohlah pola hidup pemain Jepang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Members
  • Active
  • New
  • Online
  • Groups
  • Active
  • Newest
1.
avatar
Yustisia Susandi
149206 points
Dark mode