Search
Generic filters
Exact matches only

Sampah, Akibat Pola Pikir dan Kebiasaan Masyarakat ?

0
8 months ago

Sampah merupakan material sisa dari hasil produksi industri maupun rumah tangga. Material sisa ini dibuang karena sudah tidak memiliki nilai guna lagi. Sampah di alam akan merusak lingkungan apalagi bagi sampah yang jenis materialnya tidak bisa diurai oleh mikroorganisme seperti sampah plastik. Banyak produk yang terbuat dari plastik seperti botol, sedotan, tas belanja, kemasan makanan minuman dan yang lainnya. Produk-produk tersebut biasanya tidak bisa digunakan kembali atau sekali pakai. Limbah pun akan dihasilkan dari penggunaan produk plastik secara terus-menerus sehingga pencemaran lingkungan pun tidak bisa dihindari.

Pencemaran lingkungan menjadi masalah yang cukup serius karena memberikan dampak yang teramat buruk seperti tercemarnya air tanah oleh racun-racun dari partikel plastik sehingga akan membunuh hewan-hewan di dalam tanah seperti cacing, dapat menurunkan kesuburan tanah, hewan-hewan dapat terjerat oleh plastik apalagi hewan-hewan perairan yang mengakibatkan terganggunya ekosistem,  sampah plastik yang dibuang ke sungai atau perairan akan mengakibatkan pendangkalan sungai dan penyumbatan saluran air yang akan mengakibatkan banjir serta masih banyak lagi dampak negatif dari sampah plastik.

Oleh karena itu, perlu segera dicarikan solusi untuk menanggulangi sampah supaya lingkungan bisa tetap terjaga. Hal utama untuk penanggulangan sampah tersebut adalah kesadaran dari masing-masing individu tentang pentingnya menjaga lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya dan meminimalisir penggunaan produk-produk yang terbuat dari material yang tidak bisa terurai. Salah satu langkah nyata untuk mengurangi sampah adalah tidak menggunakan produk yang berasal dari plastik seperti menggunakan botol minum reusable, sedotan yang terbuat dari bambu atau stainless, membawa tas belanja kain yang bisa digunakan berulang kali. Pemakaian produk tersebut setidaknya akan mengurangi volume sampah yang dihasilkan tiap tahunnya.

Akan tetapi, kesadaran dan kepedulian masyarakat masih kurang terhadap hal tersebut. Beberapa masyarakat beranggapan bahwa menggunakan produk sekali pakai lebih praktis karena habis dipakai bisa langsung dibuang, tidak harus dibawa-bawa. Pola pikir dan kebiasaan tersebut harus diubah agar cita-cita lingkungan kita bersih dari sampah bisa tercapai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Members
  • Active
  • New
  • Online
  • Groups
  • Active
  • Newest
1.
avatar
Yustisia Susandi
149206 points
Dark mode