Search
Generic filters
Exact matches only

Tradisi dan Kebiasaan Unik yang Masih Lestari Oleh Suku Baduy Dalam

0
6 months ago

Indonesia memiliki keanekaragaman suku maupun budaya yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Contohnya adalah Suku Baduy dari Banten. Suku ini terbagi menjadi dua golongan, yaitu Suku Baduy Dalam dan Suku Baduy Luar. Ada perbedaan yang mendasar di antara dua golongan tersebut, yaitu dalam hal menjalankan aturan adat istiadat.  Suku Baduy Dalam masih memegang teguh dalam menjalankan aturan adat istiadat yang berlaku dengan baik, sedangkan Suku Baduy Luar tidak demikian. Hal ini terjadi karena masyarakat Suku Baduy Luar sudah berakulturasi dengan budaya luar, seperti menggunakan barang elektronik dan menggunakan sabun dalam kehidupan sehari-hari dan mengizinkan tamu dari luar menginap di salah satu rumah masyarakat Baduy. Selain itu, terdapat perbedaan juga dalam hal berpakaian, Suku Baduy Dalam masih menggunakan ikat kepala berwarna putih dan pakaian berwarna putih, kadang celana berwarna hitam atau biru tua. Berbeda dengan Suku Baduy Luar yang menggunakan pakaian serba hitam atau biru tua. Padahal menurut adat istiadat pakaian yang berwarna putih ini melambangkan kesucian dan kemurnian masyarakat Baduy.

Suku Baduy Dalam memang tetap keukeuh dalam menegakkan peraturan dan adat istiadatnya, serta mempunyai benteng yang sangat kuat terhadap budaya asing. Berikut adalah beberapa kebiasaan unik yang masih dijalankan oleh Suku Baduy Dalam dan sudah mulai luntur bagi Suku Baduy Luar.

  • Gemar berjalan kaki, ada larangan keras dalam penggunaan kendaraan bermotor di Suku Baduy Dalam. Hal ini mengakibatkan masyarakatnya menjadi gemar berjalan kaki. Meskipun tempat tujuan jauh mereka tetap berjalan kaki untuk mencapai tempat tujuan.
  • Tolok ukur kekayaan bukan dalam bentuk rumah, apabila rumah yang besar selalu identik dengan orang kaya, maka tidak berlaku oleh Suku Baduy Dalam. Tolok ukur kekayaan Suku Baduy Dalam diukur dari tembikar kuningan yang disimpan di rumah mereka, semakin banyak tembikar kuningan disimpan di rumah semakin tinggi status kekayaan mereka.
  • Makanan mewah berupa ayam, menurut Suku Baduy dalam ayam merupakan sebuah makanan yang mewah yang dihidangkan sebulan sekali dalam upacara adat.
  • Kepala suku layaknya presiden, bagi Suku Baduy Dalam kepala suku atau pu’un seperti presiden dalam lingkungan tersebut karena mempunyai kelebihan dibandingkan masyarakat biasa seperti dapat menentukan masa tanam dan panen, menerapkan hukum, dan mengobati orang yang sakit.
  • Larangan berkunjung saat tradisi Kawalu, ketika tradisi ini berlangsung tidak diperkenankan atau dilarang keras masyarakat luar berkunjung ke Suku Baduy Dalam. Tradisi ini dirayakan tiga kali dalam tiga bulan.
  • Masih adanya perjodohan, perjodohan masih berlaku bagi masyarakat Suku Baduy Dalam. Orang tua pihak laki-laki biasanya akan memilihkan calon bagi anaknya.
  • Tidak menggunakan gelas dan piring, Suku Baduy Dalam masih menggunakan batang bambu untuk menyimpan air dan alas makan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Members
  • Active
  • New
  • Online
  • Groups
  • Active
  • Newest
1.
avatar
Yustisia Susandi
149206 points
Dark mode