Search
Generic filters
Exact matches only

Trik Cerdas Menentukan Prioritas

0
5 months ago

Saat menjalani rutinitas sehari-hari, pasti akan selalu berhadapan dengan berbagai pekerjaan yang menuntut untuk segera diselesaikan sesuai target waktu yang telah ditentukan. Seringnya ketika baru melihat daftar to-do-list, secara tidak langsung akan membuat panik dan pikiran menjadi tidak jernih. Akibatnya, anda merasa kesulitan untuk mengatur pekerjaan.

Kunci keberhasilan menyelesaikan pekerjaan cukup sederhana, yakni dengan menyusun skala prioritas. Anda bisa menyusun skala prioritas dengan membuat Eisenhower Matrix yang diciptakan oleh Dwight Eisenshower, dimana anda bisa mengelompokkan pekerjaan-pekerjaan ke dalam kategori prinsip mendesak dan penting.

Kategori 1: Penting dan Mendesak

Dilihat dari jangka waktu, kamu hanya perlu memasukkan satu pekerjaan yang sangat penting dan wajib diselesaikan saat hari itu juga. Cobalah untuk belajar fokus pada pekerjaan yang paling mendesak dan paling penting. Mana yang perlu dikerjakan antara tugas mata kuliah untuk malam ini atau menyiapkan keperluan acara UKM kampus untuk minggu depan?

Tinjau kembali list yang sudah dibuat, dan atur ulang satu pekerjaan mana yang harus diselesaikan dalam jangka waktu yang cepat diantara pekerjaan lainnya. Jangan memasukkan banyak pekerjaan ke dalam kategori ini, karena dikhawatirkan akan menjadi tidak produktif.

Kategori 2: Penting tapi Tidak Mendesak

Pastikan anda memiliki banyak waktu untuk melakukan pekerjaan yang penting, atau bisa dicicil secara bertahap. Meski tidak mendesak, namun anda tetap harus menentukan target penyelesaian agar bisa berjalan tepat waktu.

Serta ingatlah untuk menyisakan sedikit waktu dibagian akhir, untuk menangani masalah yang tidak terduga. Ini akan memaksimalkan peluang anda untuk tetap berada pada sesuai rencana skala prioritas, dan membantu anda menghindari tekanan pekerjaan menjadi lebih mendesak daripada yang diperlukan.

Kategori 3: Tidak Penting tapi Mendesak

Kategori ini berisi suatu pekerjaan yang tidak penting tapi tetap harus dikerjakan. Anda hanya bisa menyelesaikan pekerjaan ini jika memiliki waktu luang setelah mengerjakan tugas paling penting dan mendesak. Biasanya, sumber pekerjaan ini berasal dari kerabat terdekat yang sedang meminta bantuan kepada anda. Maka anda bisa jadwalkan pertemuan rutin bersama mereka hanya dengan slot waktu yang tersedia, sehingga anda dapat menangani semua masalah mereka sekaligus, kemudian bisa berkosentrasi penuh pada pekerjaan utama anda.

Kategori 4: Tidak Penting dan Tidak Mendesak

Pekerjaan apa yang tidak penting dan tidak mendesak? Seperti menonton tv, bergosip dengan kerabat terdekat, atau bahkan bermain media sosial di handphone tanpa tujuan yang jelas. Jika anda merasa terjebak dalam pekerjaan ini, segera hentikan dan buat ulang skala prioritas. Biasakan untuk berkata ‘tidak’ dengan sopan pada setiap godaan yang berusaha merayu anda. Jelaskan mengapa anda tidak bisa melakukannya lagi.

Jika kerabat anda sudah mengetahui tentang tujuan dan batasan anda, maka dengan sendirinya mereka akan menghindari meminta anda untuk melakukan ‘tidak penting’ di masa depan.

Memang tidak mudah untuk menyusun skala prioritas bagi anda yang belum terbiasa. Tetapi anda bisa mencoba untuk sedikit memaksakan diri anda untuk membuatnya berdasarkan empat skala kategori di atas agar anda dapat lebih terbiasa mengatur prioritas pekerjaan dengan lebih baik. Yuk semangat menjadi orang yang produktif!

 

Daftar Pustaka

Mindtools.com. (2020, Juni 01). Eisenhower’s Urgent/Important Principle. Diakses pada 01 Juni 2020: https://www.mindtools.com/pages/article/newHTE_91.htm

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Members
  • Active
  • New
  • Online
  • Groups
  • Active
  • Newest
1.
avatar
Yustisia Susandi
149206 points
Dark mode